TIADA HARI TANPA BUKU

oleh -1.583 views

Tiada hari tanpa buku. Slogan semacam ini telah pernah mencuat di tengah masyarakat. Seperti, tidak ada hari tanpa olahraga, dan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Dalam bidang perpustakaan, kemudian  berkembang dengan istilah tiada hari tanpa membaca atau tiada hari tanpa buku. Istilah tersebut dipopulerkan oleh kalangan perpustakaan. Maksudnya untuk menunjukkan bahwa membaca semestinya dilakukan setiap hari dan buku atau bahan bacaan juga harus tersedia dengan memadai dan baik. Waktu senggang sebaiknya diisi dengan hal-hal yang produktif, termasuk membaca. Membaca selalu dihubungkan dengan sumber bacaan alias buku. Dengan begitu harus tersedia buku yang dibutuhkan itu. Dalam hal ini, perpustakaan akan berkiprah  dan menjadi media atau wahana untuk menyediakan buku-buku bacaan yang baik.

tiada hari tanpa membaca

Serangkaian kegiatan yang dimaksudkan untuk mengembangkan kegemaran membaca dilakukan masyarakat telah diuraikan secara jelas. Sejak dimunculkan istilah : minat baca, kegemaran membaca, terbiasa membaca dan membaca atau belajar yang merupakan salah satu kebutuhan manusia yang berbudaya. Hal itu semestinya bukan sebagai slogan semata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan dan keseharian seluruh lapisan masyarakat. Mereka itu, baik yang tinggal diperkotaan yang metropolis dan serba sibuk (high activities) sampai dengan yang berada di lingkungan perdesaan yang jauh di ujung gunung, dalam kehidupan yang serba alami dan sederhana.

Kita ingin mewujudkan sebuah masyarakat yang mampu menggunakan informasi secara efektif dan efisien. Maka dari itu mau tidak mau harus disediakan  sumber bacaan dan koleksi bahan pustaka dalam segala bentuknya, yang memadai dengan akses yang mudah dan cepat dan tepat. Dengan istilah lain, untuk semua orang berlaku istilah tiada hari tanpa buku.  Jadi setiap hari ada waktu luang sebaiknya dipergunakan  untuk membaca bacaan yang berguna. Di dalamnya peran sebuah perpustakaan sangat besar. Kita semua mesti menyadari, mengakui dan menghargai tugas dan fungsi perpustakaan sebagaimana mestinya. Kapan hal itu akan terwujud, semuanya terpulang kepada niat, tekad, semangat, dan usaha keras kita, yang tak mengenal lelah dan bukan tergantung kepada bantuan orang lain.

Masyarakat yang gemar membaca, pada gilirannya diharapkan menjadikannya sebagai kebiasaan membaca. Selanjutnya berkembang menjadi masyarakat yang memiliki budaya membaca. Budaya merupakan suatu ciri dari peradaban yang berlangsung dalam kehidupan umat manusia sepanjang hayatnya dan terus berproses sejalan dengan berjalannya waktu.

Akhirnya dari budaya membaca tersebut diharapkan akan berkembang pula masyarakat yang memiliki budaya menulis. Sebab budaya membaca tak mungkin terwujud tanpa adanya bahan bacaan tak mungkin terwujud tanpa adanya bahan bacaan dan tulisan-tulisan yang baik dan memadai. Menulis sesuatu yang mengandung nilai-nilai (values) dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan (disiplin tertentu), kehidupan dan kemasyarakatan. Tulisan hasil karya tersebut perlu dipelihara, disimpan dan dilestarikan di perpustakaan atau tempat-tempat tertentu yang lain. Suatu ketika tulisan tersebut dapat dibaca, baik oleh penulisnya sendiri maupun orang lain dan member nilai tambah. Semua yang kita cita-citakan itu adalah sesuatu yang realistis dan mungkin dapat dicapai. Pada sisi yang lain, kita menyadari betul bahwa tidak mudah memang, tetapi sebaiknya dicoba, dimulai dengan niat, tekad dan semangat yang besar, sekarang, dari diri setiap orang dan menjalar kepada orang lain.

Gemar membaca adalah salah satu cara untuk memperoleh ilmu. Selanjutnya ilmu tersebut merupakan bakal yang utama untuk mempersiapkan, menyongsong, dan mewujudkan kehidupan masa depan yang lebih baik. Karena ilmu yang dipergunakan dengan baik akan memberikan pencerahan dan pengayaan bagi orang yang menguasai ilmu tersebut. Membaca sebaiknya dimulai sejak usia dini, dilakukan secara teratur dan terus menerus. Gemar membaca yang dilakukan dengan baik akan berkembang menjadi kebiasaan membaca, kemudian berubah menjadi budaya membaca. Hal itu merupakan proses yang panjang namun sangat mengasikkan. (Sutarno NS, 2006:27).

Yuuuk kunjungi,..
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru
Jl. Dr. Sutomo No. 1 Pekanbaru.
Telpon : (0761) 859318
Email : bpadkotapekanbaru@gmail.com
Website : https://www.bpa.pekanbaru.go.id
Twitter : https://www.twitter.com/DispusipPKU
Facebook : https://www.facebook.com/dispusip.pekanbaru
Instagram : https://www.instagram.com/dispusippku/

-SALAM SMART-

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.