STRATEGI PROMOSI PERPUSTAKAAN

oleh -1.329 views

STRATEGI PROMOSI PERPUSTAKAAN

Oleh: Hj. Inderiyeni, S.IP

(Pustakawan Muda DISPUSIP Kota Pekanbaru)

poster ok     Promosi perpustakaan

Promosi perpustakaan adalah upaya untuk mengenalkan seluruh aktivitasyang ada di perpustakaan dari segi fasilitas, koleksi jenis layanan, dan manfaatyang dapat diperoleh oleh setiap pemakai perpustakaan secara lebih terperinciagar diketahui oleh khalayak umum. Promosi perpustakaan pada dasarnyamerupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengantujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk pengguna untuk bereaksi terhadap produkatau jasa yang ditawarkan.

Adapun tujuan promosi perpustakaan adalah:

  1. Memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pemakai.
  2. Mendorong minat baca dan mendorong masyarakat agar menggunakan koleksi perpustakaan semaksimal mungkin.
  3. Memperkenalkan pelayanan dan jasa perpustakaan kepada masyarakat.
  4. Hasil dari promosi adalah tumbuhnya kesadaran sampai tindakan untuk memanfaatkannya

Sedangkan menurut Tjiptono, tujuan utama dari promosi perpustakaanadalah menginformasikan, mempengaruhi, dan membujuk, serta mengingatkanpelanggan sasaran tentang perpustakaannya dan bauran pemasarannya. Secarasingkat promosi berkaitan dengan upaya untuk mengarahkan seseorang agar dapatmengenal suatu perpustakaan tertentu, lalu memahaminya, berubah sikap,menyukai, yakin, kemudian akhirnya memakai dan melakukan kegiatan didalamperpustakaan tersebut.

Promosi mempunyai beberapa tugas yang harus dilaksanakan. Tugas utama promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, membujuk, meyakinkanpelanggan agar mau menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan Menurut Lamb (2001:157) tugas promosi adalah sebagai berikut:

  1. Promosi Informatif, yaitu: Meningkatkan kesadaran atas produk baru,kelas produk, atau atribut produk, menjelaskan bagaimana produk tersebutbekerja, menyarankan kegunaan baru suatu produk dan membangun citrasuatu produk.
  2. Promosi Persuasif, yaitu: Mendorong perpindahan merek, merubahpersepsi pelanggan atas atribut produk, mempengaruhi pelanggan untukmembeli sekarang, dan merayu pelanggan untuk datang.
  3. Promosi Mengingatkan, yaitu: Mengingatkan konsumen bahwa produkmungkin dibutuhkan dalam waktu dekat ini, mengingatkan konsumendimana untuk membeli produk tersebut dan mempertahankan kesadarankonsumen.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa tugas promosi adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat serta kegunaan produk yangbaru ditawarkan, kemudian mempengaruhi dan merubah persepi konsumenterhadap produk tersebut serta mengingatkan konsumen dimana produk tersebutdapat mereka peroleh.

     Strategi Promosi

Strategi promosi sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan tujuan jangka pendek. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi promosi sangat dibutuhkan. Berikut strategi promosi yang bias dilakukan:

  1. Membangun komunikasi dengan pemustaka,

Merupakan pemanfaatan ilmu komunikasi dalam segala kegiatan promosi, oleh karena itu diperlukan kemampuan dalam berkomunikasi dengan pemustaka, lingkungan, fasilitasdan bahan pustaka yang ada. Beberapa sikap dalam berkomunikasi dapat ditunjukkan dengan kemampuan memiliki wawasan yang luas, tingginya integritas dan kemampuan dalam berkomunikasi.

  1. Membangun kerjasama dengan pihak ketiga.

Pada dasarnya tidak satupun perpustakaan yang mampu memberikan layanan berupa pemenuhan semua kebutuhan pemustaka, oleh karena itu perlu dibangun kerjasama terutama dalam layanan promosi. Kerjasama dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari atau secara insidentil.

  1. Membuat program promosi yang meliputi:

Penetapan sasaran/prioritas, menentukan prosedur/tindakan serta menyusun rencana kerja.

      Metode Promosi Perpustakaan

Untuk menentukan metode promosi yang akan digunakan oleh perpustakaan diperlukan beberapa informasi, di antaranya mengenai ketersediaan media dan infrastruktur, kemampuan staf promosi memproduksi, jangkauan media, karakter khalayak sasaran promosi pengenalan/kebiasaan khalayak menggunakan media, ketersediaan dana untuk memproduksi media, panjang dandetail pesan. Kunci dari semua rancangan promosi adalah harus mampu menarik perhatian khalayak, meningkatkankan minat dan ketertarikan pada produk/jasa yang dipromosikan, menciptakan hasrat untuk mengikuti ajakan promosi, mendorong khalayak untuk memutuskan akan menggunakan produk/jasa, dan akhirnya menggunakan semua produk dan layanan yang dipromosikan dan membuat perbedaan dari kondisi sebelumnya. Dalam mempromosikan perpustakaan ada berbagai metode atau cara yang digunakan. Akan tetapi metode promosi tersebut harus sesuai kepada kebutuhan pengguna sehingga promosi perpustakaan menjadi tepat sasaran dan tidak sia-sia.

Menurut Mustafa (1996:28) dalam melakukan kegiatan promosi layanan perpustakaan dikenal beberapa metode yaitu :

  1. Publikasi/Publisitas.

Publisitas adalah salah satu alat promosi yang ampuh dan murah untuk memperkenalkan keberadaan perpustakaan termasuk jasa/produk yang ditawarkan melalui berita di media penerbitan seperti surat kabar dan majalah maupun melalui radio, televisi ataupun panggung. Tak perduli jenis perpustakaan apapun, penggunaan bentuk publisitas untuk promosi perpustakaan dapat menjangkau masyarakat pendengar/pembaca yang cukup luas karena banyak dibaca, didengar dan ditonton orang.

Publisitas dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti : press release dalam rangka pembukaan ataupun penutupan acara pameran, lomba, kursus yang diselenggarakan perpustakaan, ulasan/tanggapan suatu masalah dengan mengaitkan pada salah satu jasa layanan perpustakaan, artikel ilmiah, perkenalan produk/jasa baru, wawancara, diskusi /bedah buku hingga ceritera dan program-program khusus seperti drama dan film ceritera maupun acara “story telling” dan lain-lain.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan publisitas adalah: menjalin hubungan baik dengan media massa, penentuan sasaran dan jangka waktu publisitas, menentukan ide serta media yang sesuai, disampaikan dalam bentuk yang singkat, sederhana dan menarik.

  1. Iklan

Berbeda dengan publisitas yang biasanya cuma-cuma., iklan memerlukan biaya untuk membuat. Jika publisitas kurang dapat dikendalikan oleh perpustakaan, karena adanya penyuntingan dan ketergantungan pada media untuk bersedia memuat atau tidak, iklan direncanakan dan dapat dikendalikan dalam hal-hal yang ingin disampaikan dan bagaimana disampaikan.

Iklan dapat disampaikan dalam bentuk media cetak atau elektronik seperti surat kabar, majalah, radio dan televisi, dapat berupa suvenir seperti buku tulis, alat tulis, kalender, dapat pula berupa surat edaran, brosur, buletin, poster ataupun papan pengumuman.

Langkah-langkah yang perlu dilalui adalah: memilih dan menentukan media untuk iklan, memilih dan menentukan tema, menentukan struktur pesan, dan menentukan kerangka isi.

  1. Kontak perorangan

Promosi dengan menggunakan cara kontak pribadi, merupakan bentuk yang paling ampuh diantara bentuk-bentuk promosi yang lain karena dengan adanya kontak secara pribadi, hubungan antara staf perpustakaan dan konsumen dapat dijalin dan ditingkatkan, kebutuhan, minat serta pribadi pengguna dapat lebih diketahui, sekaligus lebih jelas dalam menyampaikan informasi kepada pengguna.

Kontak pribadi dapat dilakukan melalui ceramah, peragaan atau demo, diskusi, wawancara, forum terbuka, atupun layanan yang ramah dari masing-masing staf perpustakaan. Kontak informal, seperti rapat dengan unit lain, keterlibatan dalam organisasi profesi, atau merangkap jabatan lain dapat pula menjadi ajang promosi dalam bentuk kontak pribadi. Melalui kontak pribadi ini, dapat dikumpulkan profil pengguna yang dapat dijadikan salah satu pegangan dalam mengetahui kebutuhan pengguna.

  1. Insentif

Insentif adalah pemberian sesuatu yang bernilai, baik berupa uang atau barang, dimaksudkan untuk mendorong perubahan sikap konsumen, baik yang kurang bermotivasi atau justru diberikan pada yang sudah menggunakan untuk dapat memberi motivasi pada yang kurang termotivasi.

Termasuk dalam insentif ini adalah pemberian penghargaan /hadiah pada pengguna terakatif, memberikan kemudahan dalam perolehan layanan, misalnya memberikan jasa penelusuran gratis untuk peminta jasa selama bulan-bulan tertentu, kegiatan lomba dan lain-lain.

Dari uraian di atas diketahui bahwa ada berbagai cara atau metode dalam mempromosikan perpustakaan seperti ublikasi, iklan, kontak perorangan, insentifdan penciptaan suasana dan lingkungan perpustakaan dan diharapkan metode promosi perpustakaan tersebut dapat menarik perhatian pengguna untuk mengunjungi dan memanfatkan perpustakaan.

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.