Seandainya Tesi Pajriati Jadi Walikota – Lomba Menulis

oleh -131 views
Seandainya Tesi Pajriati Jadi Walikota - Lomba Menulis

Seperti pagi-pagi biasanya, aku akan berangkat sekolahku SMK N 1 Pekanbaru tepat pada pukul enam pagi disaat teman-teman seangkatan denganku mungkin masih bersiap siap atau bahkan ada yang belum bangun dari tidurnya. Mengingat letak sekolahku yang dapat memakan waktu sekitar tiga puluh menit dari rumahku ini, sedangkan kegiatan sekolah akan dimulai pada pukul 06.45 pagi. Jadi mau tidak mau aku harus berangkat lebih awal daripada teman teman-lainnya. Namun disnilah aku jadi lebih leluasa memperhatikan setiap sudut jalan yang kelewati sepanjang perjalanan kesekolah. Satu hal yang tidak pernah absen kusaksikan yaitu para penyapu jalan yang selalu setia untuk memastikan keadaan jalanan tetap bersih. Baik musim panas, maupun hujan. Melihat ini terlintas difikiranku “apa yang membuat mereka sedisiplin itu?’, padahal jalanan tidak begitu banyak sampah.

Hanya saja ada satu-satu kantong plastik berisi sampah yang berada di tepi jalan, ini tentu ulah orang-orang yang hanya mau menikmati kenyamanan yang ditawarkan kota ini. Namun enggan menjaganya. Tetapi para penyapu jalan itu selalu memastikan kota tetap bersih bahkan debu pun tidak berserakan dijalanan, apa yang mereka harapkan. Pak wali, pak camat, bahkan pak lurah pun tak mungkin melewati jalanan sepagi ini. Mungkin inilah “dampak” dari kepemimpinan seorang pemimpin yang disayangi oleh setiap kalangan masyarakatnya. Kenapa tidak semenjak aku tinggal di Pekanbaru ini aku menyaksikan selalu ada peningkatan dari masa ke masa. Dari jalanan desa yang dulunya becek dan berlobang, kini telah mulus beraspal. Begitu juga dengan perkembangan pemerintahannya. Pemekaran pemekaran membuat kesejahteraan menjadi semakin merata. Contohnya saja tempat tinggalku ini yang dulunya bagian dari kelurahan Rumbai Bukit kini mandiri menjadi kelurahan Maharani. Dan sebentar lagi akan ada pembangunan sekolah pertanian disini. Ditambah lagi dengan pembangunan jalan lingkar yang mengelilingi kota. Semakin maju saja kota bertuah ini.

Tak terasa aku telah mencapai badan jembatan lekton 3, matahari mulai menghangatkan tanganku yang sedari tadi kedinginan. Mataku tertuju pada bangunan jembatan yang belum selesai dibangun disebelah kiri jembatan ini. Bangunannya yang menjulang kelangit ditambah dengan sinar kemerah jinggaan mentari pagi membuat bangunan yang belum selesai itu tampak indah. Tenang rasanya ketika berkendara di pagi yang sejuk ini dan berada diantara orang orang yang taat aturan, semua mengerti hak dan kewajiban di jalanan. Meskipun masih ada pengendara yang terkesan egois. Tetapi jujur saja kota Pekanbaru ini adalah kota yang cukup aman bagiku. Selama aku disini aku belum pernah mengalami sendiri tindak kriminal yang dulu pernah ku alami dan sering kulihat di kota tempat tinggalku yang lama. Begitulah cara ku menikmati jauhnya pejalanan ke sekolah setiap harinya. Selaju apa pun lari kendaraanku ini. Namun hatiku tetap tenang menikmati sekaligus memuji keagungan – Nya. Sehingga kendaraan ku tetap terkendali. Apalagi ketika telah berada di sekitar jalan soetomo aku akan lebih berhati-hati. Karena biasanya aku selalu menemukan mobil para pahlawan kebersihan kota berdiri di badan jalan, rajinnya mereka.

Setelah seharian penuh di sekolah aku akan pulang melewati jalanan yang berbeda. Jika pagi aku memilih melewati kota. Maka siang hari aku memilih melewati jalan tepi sungai di dekat jambatan yang ku pandangi tadi pagi. Ketika sore pemandangan disana cukup indah dan menyegarkan. Air sungai yang tampak lebih bersih dan banyaknya eceng gondok ditepi sungai, membuat bagian sungai ini terlihat lebih indah dibandingkan bagian sungai di bawah jembatan lekton 3 yang terlihat lebih kotor. Jujur saja aku sering bermimpi setiap melewati sngai siak ini. Bagaimana jika sungai yang amat dalam ini dapat di sulap menjadi tempat wisata yang menarik seperti sungai-sungai di tengah kota di Malaisya. Meskipun pemerintah telah berupaya dengan ekstra, seperti membangun taman di bawah jembatan dan sudah terlihat juga gerai-gerai yang mungkin disediakan untuk masyarakat berjualan.

Namun sebagai penduduk smart city yang madani ini, aku merasa ingin melihat hal lebih dari pada itu. Padahal aku belum tahu betapa sulitnya merencanakan sebuah pembangunan. Aku hanya bisa bermimpi jika aku jadi Walikota aku akan berusaha memanfaatkan sumber daya alam yang ada di kota ini semaksimal mungkin tanpa merusaknya dan meningkatkan tata kelola sungainya. Karena bagiku disamping masyarakat yang bermoral, tingkat kesehatan dan pendidikan yang tinggi. Keindahan kota juga harus mendapat perhatian khusus. Karena jika kotanya indah, masyarakatnya tentu akan nyaman, pendidikan akan merata, kesehatan akan terjaga. Maka sudah tentu akan mudah bagi kita mencapai sejahtera. Bayangkan saja jika sungai siak menjadi tempat wisata seindah sungai-sungai di Melaka, maka akan menyerap banyak pekerja untuk mengelolanya, belum lagi dengan kedatangan para wisatawan, ini tentu akan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Baik usaha kuliner dan lain lain. Tidak terbayangkan bagimana hebatnya kota ini jika semua itu terwujud. Pekanbaru tidak hanya akan menyejahterakan masyarakatnya. Namun juga akan menyenangkan para tamu yang datang ke kota bertuah ini, termasuk pak presiden. Uhuk uhuk… akupun tersadar dari kehidupan alam pikiranku, aroma tak sedap yang kucium menyadarkan ku bahwa aku telah sampai di jembatan lekton satu yang disebelah kirinya terdapat sebuah pabrik. Aku pun merapikan jilbabku yang berantakan tertiup angin dan menggeleng-gelengkan kepala agar semua mimpi-mimpi tadi pergi dari pikiranku. Aku kembali focus pada ramainya kendaraan di jalanan kota metropolitan ini.

“Tulisan ini di ikut sertakan dalam Lomba Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 233 Tahun 2017”

Seandainya Tesi Pajriati Jadi Walikota - Lomba Menulis

Nama Penulis : Tesi Pajriati

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 PEKANBARU

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.