Seandainya Salwa Nayla Adistri Jadi Walikota – Lomba Menulis

oleh -196 views
SALWA NAYLA ADISTRI

TERCAPAI ?

Tak.. Tuk.. Tak..Tuk… Aku memasuki kelas baruku. Aku adalah seorang siswa SMA. Ray namaku. Aku sering berkhayal tentang cita- citaku. Mimpi yang menurutku tidak akan terkabul. Yaitu, menjadi walikota. Ya..,terdengar tidak lazim bagi anak seusiaku, tetapi itulah cita-citaku. Aku ingin merubah kotaku menjadi lebih baik. Orangtuaku sangat mendukungku. Mereka bilang aku harus belajar dengan rajin untuk mencapai cita –citaku. Aku pun tambah giat belajar. Aku menjadi tidak sabar untuk terus menuntut ilmu.

Setiap rintangan dan perjuanganku di SMA telah berakhir. Akhirnya, aku lulus SMA. Aku masuk ke sekolah ilmu pemerintahan. Aku mengambil jurusan pemerintahan agar bisa mewujudkan cita-citaku

Aku terus semangat belajar. Akhirnya aku pun lulus kuliah. Setelah lama aku mengikuti berbagai tes dan melengkapi semua persyaratan, aku pun akhirnya menjadi calon walikota.

Tinggal saatnya aku berkampanye sebelum melaksanakan PILKADA. Orangtuaku ikut dalam acara kampanye ku. Aku semakin bangga dengan impianku menjadi walikota. Giliran nomor urutku untuk berkampanye. Akhirnya, aku pun mulai berkampanye. Selamat pagi bapak ibuk semuanya. Saya ingin berkampanye selaku calon walikota. Seandainya saya menjadi walikota saya akan membagi sembako murah kepada anak yatim dan fakir miskin, saya akan menjadi walikota yang jujur dan adil,saya akan memperbaiki keadaan daerah ini seperti memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Saya juga akan memperbaiki fasilitas umum dan saya akan membuat kota ini menjadi bersih,aman dan damai. Demikian hal hal utama dalam kampanyeku. Ketika aku selesai berpidato semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Bahkan orangtuaku juga bertepuk tangan. Akhirnya, acara itu ditutup dengan pidato singkat dari bapak walikota.

Aku pun sangat menunggu hari Pemilihan datang. Aku sudah tidak sabar untuk mewujudkan cita-citaku. Aku selalu berdoa agar terkabul mimpiku untuk menjadi walikota.

Hari Pemilihan pun tiba. Aku merasa sangat senang. Aku pergi ke Kantor Komisi  Pemilihan Kepala Daerah bersama calon walikota lainnya. Aku pun menunggu sampai saatnya untuk penghitungan suara. Aku menunggu sambil berbincang bersama calon walikota lainnya, berbicara dengan orang orang yang ikut hadir ditempat itu. Akhirnya, tibalah saat penghitungan suara. Aku merasa sangat tegang menunggu hasil perhitungannya. Mulutku berkomat – kamit membaca doa agar bisa terpilih sebagai walikota. Akhirnya, semua data hasil penghitungan di semua TPS di kota tersebut sudah terkumpul. Inilah saat yang paling menegangkan, saat pengumuman siapa walikota terpilih selanjutnya. Datanglah Tio, orang yang akan membacakan hasil dari penghitungan suara sekaligus mengumumkan siapa yang akan menjadi walikota selanjutnya.”jadi, saudara sekalian pasangan yang akan menjadi walikota dan wakil walikota adalah pasangan nomor urut 2.”aku pun segera bersyukur karena telah mewujudkan impianku. Aku pun besalam-salaman dan langsung pulang menemui orangtuaku. Mereka pun ikut senang. Aku tinggal menunggu waktu pelantikan. Aku berjanji akan menjadi walikota yang jujur,adil dan bisa memperjuangkan kepentingan warga kota.

“Tulisan ini di ikut sertakan dalam Lomba Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 233 Tahun 2017”

SALWA NAYLA ADISTRI

Nama Penulis : Salwa Nayla Adistri

Nama Sekolah : SMP Islam As-Shofa

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.