Seandainya Palita Rana Putinagari Jadi Walikota – Lomba Menulis

oleh -418 views
Palita Rana Putinagari

Walikota menjadi sebuah jabatan dengan tangungjawab yang besar, harus kompeten mengelola area tempat penugasannya secara bijaksana. Seorang walikota perlu contoh, dan menjadi  figur yang teladan dan merangkul masyarakatnya. Singkatnya, walikota itu tidak bisa hanya berperan semata-mata sebagai orang yang dikenal oleh banyak orang saja atau sekedar disegani karena pangkatnya yang tinggi, melainkan harus menempatkan dirinya sendiri sebagai seseorang yang mendedikasikan sepenuh hati pekerjaannya, demi meningkatkan kesejahteraan sosial. Seorang Walikota harus tahu karakter, kekurangan, dan potensial masyarakatnya sehingga kualitas kehidupannya semakin tinggi.

       Nama saya Palita Rana Putinagari. Seorang Palita Rana muda jika ditanya apakah saya ingin menjadi seorang pemimpin dari suatu kota kelak, saya akan menjawab ‘tidakmungkin’. Namun apabila kepada saya kembali ditanyakan hal yang sama hari ini, saya tidak akan menyangkal lagi, karena saya yakin di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, dan segala cita-cita pasti dapat tercapai apabila seseorang itu benar – benar menekuninya. Saya di masa kini adalah seorang siswa biasa, namun saya merasa saya adalah bagian dari anak Indonesia dengan ide-ide dan segudang cita-cita bagi negara yang sangat saya cintai ini. Saya ingin yang terbaik datang kepada negara ini, tanpa pandang bulu siapapun yang akan mendapat kursi kepemimpinan nantinya.

       Menurut saya, seorang yang bermimpi menjadi pemimpin di sebuah kota besar seperti kota Pekanbaru, harus mengenal wilayah ini terlebih dahulu. Dimulai dari bagaimana saya mengenali masyarakatnya, keunikan masing masing daerah sekitarnya, dan hal – hal lain yang berkaitan dengan kota pekanbaru. Andai saya menjadi walikota Pekanbaru nantinya, saya punya mimpi untuk menerapkan sebuah metode yang dikenal dengan metode S.W.O.T (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat).

       Metode SWOT berarti pendekatan kesuatu hal dengan cara mengenal kekuatannya, mengatasi kelemahannya, mengoptimalkan kesempatannya, dan mencegah ancaman yang dapat merusak tujuan dari sesuatu tersebut.  Menguasai keempat bidang ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi pengembangan suatu hal, dimana dalam konteks ini digunakan oleh seseorang yang ingin mencalonkan diri sebagai walikota dari wilayah yang kita cintai ini, kota Pekanbaru.

       Poin yang pertama, Strength. Apa sajakah kekuatan warga Pekanbaru? Salah satu aspek daya tariknya yaitu keramahtamahan dan kerukunan masyarakatnya. Kota Pekanbaru mempunyai semboyan; BERSIH, TERTIB, USAHA BERSAMA, AMAN DAN HARMONIS, dan alangkah hebatnya, bahwa citra yang ia miliki memang sesuai dengan kelima hal tersebut. Semenjak 10 tahun lalu saya pernah tinggal disini lalu kembali lagi baru-baru ini, tak ada sekalipun konflik antara suku, agama, maupun ras yang dapat memprovokasi dan memberikan efek buruk bagi semua masyarakat di Kota Pekanbaru ini. Tempat-tempat ibadah berdiri teguh disudut perkotaan mewarnai kota Pekanbaru yang penuh akan keberagaman. Maka, seandainya suatu saat saya menjadi walikota, saya ingin agar seluruh pemerintah dan masyarakat bekerjasama mempertahankan kekuatan yang telah kita punya ini.

       Kedua, Weakness. Saya akui, kendati kesupelannya warga Pekanbaru, kita masih cukup lambat dalam mengikuti perkembangan jaman dan teknologi yang bergerak sewaktu-waktu sangat cepat. Kebiasaan yang terlalu santai ini, akan terasa konsekuensinya di masa depan, dimana apabila kita terus menerus melanjutkannya, akan kalah kompetisi dengan orang asing yang lebih pandai memanfaatkan sumber daya manusia yang kita punya. Maka, dalam poin kedua ini seandainya saya menajdi walikota, saya ingin lebih fokus terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran khusunya bagi generasi muda. Sebab dengan begitu justru akan menghasilkan bibit-bibit unggul yang dapat mengelola kota ini dengan intelektual, integritas yang tinggi, dan beramanah.

       Ketiga, Opportunity. Poin ini adalah salah satu yang paling menarik bagi saya, karena dengan inilah dilihat bagaimana seorang walikota dapat mengoptimalkan kesempatan yang ada sebesar-besarnya, dengan kondisi yang telah dia punya sekarang. Misalnya kita kembali ambil contoh Kota Pekanbaru. Kota ini cukup beruntung, kenapa? Karena sampai hari ini, Pekanbaru adalah kota yang masih baru berkembang dalam pembangunannya. Dengan masih banyaknya wilayah-wilayah yang kosong itu, maka inilah kesempatan pemerintah untuk menata infrastrukturnya secara rapi dan teratur. Misalkan saja, kita asumsikan daerah perniagaan sebaiknya dipusatkan di Panam, daerah pendidikan, pelatihan, dan perguruan-perguruan tinggi negeri di Rumbai (Pekanbaru Utara), daerah pemerintahan di Pekanbaru Pusat, dan daerah wisata serta rekreasi di sekitaran AlamMayang. Maka dari itu, melalui penataan tersebut, otomatis sistem transportasi pun secara beriringan akan menjadi lebih tertib dan tertata baik. Maka dengan usaha yang optimal, tentunya akan tercipta juga Kota Pekanbaru yang madani.

       Keempat dan yang terakhir, Threat. Ancaman dapat dating dari arah mana saja, baik secara internal maupun eksternal, tapi satu yang paling mencolok bagi saya, dan terjadi hamper setiap tahunnya, adalah ancaman asap dari hutan gambut. Pekanbaru dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit yang secara biologisnya, susah padam jika disentuh dengan suhu ekstrem dan api. Efek yang diakibatkannya pun sungguh berbahaya. Jika saya menjadi walikota Pekanbaru, usaha yang akan saya lakukan tentunya adalah dengan bertindak lebih tegas kepada orang-orang yang kurang bertanggun jawa pada lingkungan, dan bekerjasama dengan pemerintah provinsi demi meningkatkan keamanan hutan dari oknum-oknum yang membakarnya secara ilegal, serta mempertegas sanksi terhadap pembakaran hutan sembarangan. Sebab, jika keamanan telah terjaga, kehidupan kota pun akan berjalan lancar.

       Harapan saya jika kelak menjadi walikota Pekanbaru, saya ingin menerapkan keempat metode tadi  untuk di implementasikan secara baik oleh seluruh anggota pemerintahan, dan seluruh masyarakat kota Pekanbaru, sehingga Kota Pekanbaru akan berkembang menjadi kota yang terdepan dan madani. Saya berharap mimpi saya menjadi seorang pemimpin untuk Kota Pekanbaru yang saya cintai ini, dapat terwujud dan pada akhirnya saya mampu menjadi pribadi yang berguna tidak hanya bagi kota pekanbaru saja, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.

“Tulisan ini di ikut sertakan dalam Lomba Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 233 Tahun 2017”

Palita Rana Putinagari

Nama Penulis : Palita Rana Putinagari

Nama Sekolah : SMA Darma Yudha

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.