Seandainya Dinda Safitri Jadi Walikota – Lomba Menulis

oleh -358 views
Dinda Safitri - Lomba Menulis

Bismillahhirrohmaanirrohim..

Assalamualaikum Wr.Wb.

          Semua orang pasti pernah bermimpi untuk menjadi salah satu pemimpin di dunia ini, saya salah satunya. Ya, memang menjadi pemimpin adalah salah satu cita-cita saya. Seandainya, pada kemudian hari saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menjadi salah satu pemimpin di Indonesia, Pekanbaru tentu menjadi prioritas saya. Pekanbaru adalah kota yang sangat saya cintai, karena di Kota inilah saya tumbuh menjadi pribadi seperti sekarang ini.

          Yang pertama  terlintas di benak saya ketika saya berandai-andai menjadi Walikota Pekanbaru adalah anak-anak yang memiliki ekonomi rendah. Karena keterbatasan ekomoni orang tua mereka, mereka lebih memilih berhenti sekolah untuk  sedikit meringankan beban orang tua. Mereka terpaksa harus bekerja serabutan demi membantu orang tuanya. Banyak dari mereka bahkan harus rela berpanas-panasan di teriknya mentari Pekanbaru. Menjual koran, mengamen, bahkan banyak yang terpaksa meminta-minta di jalanan protokol kota Pekanbaru. Setiap kali saya melihat anak-anak kurang beruntung ini saya sangat merasa sedih, karena ketika kami teman-teman sebayanya bisa bermain sesuka hati, mereka harus rela menghabiskan masa kanak-kanaknya di jalanan memeras keringat demi sesuap nasi. Sebagai walikota saya ingin merangkul generasi muda yang kurang beruntung ini. Saya tidak akan memberikan uang atau benda tertentu. Saya akan memberikan beasiswa khusus bagi anak-anak jalanan itu. Saya ingin memberikan mereka pendidikan. Karena pendidikan adalah investasi terbaik demi masa depan mereka. Sebagaimana seorang Benjamin Franklin pernah berujar “an investment in knowledge pays the best interest” atau kalau terjemahan bebas saya “investasi di ilmu pengetahuan akan menghasilkan keuntungan terbesar”. Maka, dengan pendidikan tentunya mereka bisa memiliki masa depan yang jauh lebih cerah dibandingkan para orang tua mereka.  Tentunya beasiswa tidak hanya saya tujukan bagi anak jalanan, tapi saya juga ingin mengusahakan agar anak-anak lain yang berasal dari keluarga tidak mampu juga mendapatkan beasiswa.

          Selain pendidikan, saya juga ingin menata lingkungan kota Pekanbaru. Saya ingin menjadikan kota pekanbaru yang bersih dan asri. Saya akan memberi sangsi tegas bagi siapa saja yang membuang sampah sembarangan sehingga mengotori wajah kota ini. Kalau perlu menerapkan sangsi denda langsung dengan nilai besar, bagi siapa saja yang membuang sampah sembarangan. Suatu peraturan yang konon saya dengar sudah sejak lama diterapkan dan berhasil di negara tetangga Singapura. Di dalam Islam juga di terangkan tentang kebersihan yang tedapat di sebuah hadis yang artinya “Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Sehingga saya juga akan coba melakukan pendekatan keagamaan dengan mengajak para ulama untuk ikut mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan. Sampah yang menjadi permasalahan setiap kota besar juga akan saya usahakan agar bisa didaur ulang menjadi benda yang bermanfaat dan bernilai guna. Saya juga akan mendukung program adiwiyata yang diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di kota Pekanbaru, seperti salah satunya MTS tempat saya menuntut ilmu yang tengah mempersiapkan diri menuju Adiwiyata tingkat Nasional. Saya juga ingin ada lebih banyak ruang terbuka hijau untuk menambah yang sudah ada dan sangat bagus di kota Pekanbaru. Ruang terbuka hijau tentunya sangat baik bagi lingkungan sekaligus menjadi tempat warga saling bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesamanya.

          Satu hal lain yang sangat menarik perhatian saya adalah kebudayaan. Pekanbaru adalah sebuah kota yang kental dengan budaya melayunya. Untuk itu, saya ingin memperkokoh eksistensi budaya melayu di kota ini. Tentunya dengan tetap mendukung kebudayaan daerah lain yang juga ada di kota Pekanbaru. Mengingat ada banyak jenis kebudayaan di kota Pekanbaru yang majemuk ini. Ada beberapa hal yang terlintas di benak saya terkait kebudayaan diantaranya :

  1. Saya ingin mendukung dan memfasilitasi lembaga-lembaga adat yang ada.
  2. Mengajak tokoh-tokoh adat untuk berkunjung ke sekolah-sekolah guna menanamkan minat dan rasa cinta pada budaya melayu.
  3. Mewajibkan satu hari di sekolah berisikan kegiatan-kegiatan kebudayaan.
  4. Mengadakan perlombaan-perlombaan cipta kreasi produk kebudayaan.

          Terakhir saya juga ingin Pekanbaru menjadi kota yang toleran terhadap perbedaan. Saya ingin memperbanyak kegiatan-kegiatan yang diikuti masyarakat dari lintas agama ataupun lintas adat istiadat. Agar semua warga Pekanbaru bisa bersatu tanpa ada sekat-sekat pemisah.

          Itulah hal-hal yang ingin saya lakukan jika saya adalah walikota Pekanbaru. Saya sangat berharap kota Pekanbaru bisa terus bertumbuh dan berkembang setiap tahunnya. Harapan saya tidak muluk-muluk saya hanya ingin kota Pekanbaru menjadi kota yang nyaman untuk dihuni semua lapisan masyarakat,tua ataupun muda, ekonomi mampu atau tidak mampu, dan semua orang dari suku, atau agama apapun.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

“Tulisan ini di ikut sertakan dalam Lomba Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 233 Tahun 2017”

Dinda Safitri - Lomba Menulis

Nama Penulis : Dinda Safitri

Nama Sekolah : MTsN 03,Bukit Raya,Pekanbaru

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.