Seandainya Aisyanda Violina Aditri Jadi Walikota – Lomba Menulis

oleh -332 views
Aisyanda Violina Aditri

“Slamat pagi smua…..” kuawali pagi dengan menyapa teman temanku yang sudah ada dikelas  pagi itu,ya… ini sudah jam 07 : 00 WIB sudah waktunya bel masuk kelas berbunyi. Teman teman yang diluar kelaspun sudah mulai masuk kelas satu persatu , tuk tak..tuk tak… dikejauhan sudah terdengar suara langkah sepatu pak  Budi yang akan mengajar kami dipagi itu.

          “Slamat pagi anak anak..” sapa pak Budi dengan ramah, slamat pagi pak.. jawab kami serentak,ya…. pak Budi yang selalu ramah dengan siapapun ini adalah guru favorit kami disekolah selain ramah beliau sangat pandai bercanda menghidupkan suasana kelas yang semula sepi menjadi penuh canda tawa, akhirnya kamipun belajar dengan bersemangat.

          Pagi itu kami belajar BAHASA INDONESIA,ya…ini adalah pelajaran yang sangat aku sukai,bagaimana tidak…aku bisa belajar banyak hal,mulai dari membuat puisi, pantun dan lainnya. Hari ini tema pelajaran kami adalah bagaimana cara membuat sebuah karangan,ahhhhaaa…ini yang aku sukai karna aku bisa menuangkan isi kepalaku dalam bentuk tulisan,pak Budi menjelaskan secara rinci bagaimana cara membuat sebuah karangan,mulai dari menentukan tema ,judul,tokoh dan lain lain,diakhir pelajaran kami ditugaskan untuk membuat sebuah karangan yang nantinya akan kami bacakan di depan kelas dan ya…tak menutup kemungkinan untuk di ikutkan dalam perlombaan di sekolah kami.

          Akhirnya hari yang dinantikanpun tiba… aku sudah tak sabaran untuk membacakan hasil karanganku didepan kelas,dan saat namaku dipanggil aku langsung maju kedepan kelas dengan bersemangat untuk membacakan karanganku yang berjudul MIMPIKU.

          Aku mempunyai impian untuk menjadi seorang walikota perempuan dikotaku, aku ingin berbuat yang terbaik untuk rakyatku agar rakyatku maju dan  sejahtera secara merata.Pak budi bertanya apa yang akan aku lakukan jika seandainya impianku terwujud?  Akupun menjawab dengan melanjutkan membaca karanganku…

          Aku  ingin mengurangi dampak asap yang sering terjadi dikotaku dengan memberikan hukuman yang sangat berat kepada para pembakar lahan yang menyebakan asap dimana mana sehingga para warga yang terkena dampak asap banyak menderita gangguan pernapasan dari yang paling ringan sampai yang terberat adalah penyakit paru paru serta sekolah sekolah yang diliburkan, memberikan hukuman yang berat juga kepada penebang hutan secara ilegal karna dapat menyebabkan banjir dan longsor,memberikan hukuman yang berat kepada pedagang dan pemburu satwa yang dilindungi atau hewan hewan yang hampir punah, memperbanyak hutan lindung agar satwa langka bisa berkembang biak lagi tanpa terancam perburuan liar.

          Menghentikan pembangunan  yang akan menghambat dan merusak keasrian lingkungan, memperbanyak tanaman ditengah kota agar cepat menyerap polusi udara bagi masyarakat perkotaan, menambah daerah daerah resapan air agar banjir dapat diatasi,dan juga menambah taman taman bermain yang dilengkapi perpustakaan  agar masyarakat  sekitar dapat bermain dan menimba ilmu dengan mudah.

          Mengatasi kemacetan dengan membangun jembatan layang ditempat yang sering terkena macet dan memperbanyak transportasi umum dengan bayaran yang murah agar pemakaian kendaraan pribadi berkurang.

          Mendirikan sekolah bagi para siswa yang kurang mampu dengan fasilitas dan sarana yang lengkap dan memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi, memberikan bantuan pendidikan kepada anak anak yatim dan kurang mampu, memberikan subsidi listrik dan gas bagi penduduk kurang mampu, memberikan bantuan kepada penduduk yang kurang mampu sesuai dengan kebutuhannya misalnya : janda janda yang sudah tua renta yang tidak mempunyai keluarga dicukupi kebutuhannya secara meyeluruh.Mendirikan tempat tempat yang menyediakan lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran, menggiatkan usaha kecil menengah demi membantu perekonomian masyarakat.

          Memperbanyak tempat pengolahan sampah agar tidak menumpuk dan terbuang keselokan yang menyebabkan penyumbatan dan terjadinya banjir, mendirikan tempat tempat pengolahan limbah industri dan sampah rumah tangga yang bisa didaur ulang agar dapat menambah pemasukan bagi warga sekitar dan limbah yang tidak bisa di daur ulang tidak terlalu mencemari lingkungan.

          Memperketat keamanan di pelabuhan agar penyelundupan barang barang ilegal dan peredaran narkoba bisa di cegah, memaksimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang ada di pedesaan dan kota kota kecil.

          Mendengar ceritaku teman teman tertawa dan bertepuk tangan, pak Budi memberikan pujian kepadaku,tak lama kemudian bel pelajaran selanjutnya berbunyi, pak Budi meninggalkan kelas kami yang masih heboh dengan bahasan karangan yang kubacakan.

          Setelah jam pelajaran sekolah usai, aku pulang kerumah dengan menggunakan bus kota. Disepanjang perjalanan aku banyak menjumpai para pengemis yang meminta minta dan pengamen jalanan.akupun bertekad untuk belajar bersungguh sungguh agar mimpiku bisa terwujud.

“Tulisan ini di ikut sertakan dalam Lomba Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 233 Tahun 2017”

Aisyanda Violina Aditri

Nama Penulis : Aisyanda Violina Aditri

Nama Sekolah : SMP Islam As-Shofa

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.