Seandainya Aghnia Tatamara Jadi Walikota – Lomba Menulis

oleh -116 views
Aghnia Tatamara

“Seandainya aku menjadi walikota” ya,kalimat tersebut pernah terlintas di pikiranku.Sejak aku berusia 14 tahun aku melihat kehidupan politik di Indonesia hancur,anak jalanan semakin merajalela dimana pun,dan juga pengangguran dimana-mana.Terlintas di pikiranku “apa yang harus aku lakukan?apa yang harus aku perbaiki?”agar semuanya berjalan  dengan sebaik mungkin,anak jalanan dapat bersekolah kembali dengan adanya biaya gratis,dan juga tidak adanya korupsi?

         Namaku Aghnia Tatamara,aku lahir di kota yang di kenal dengan Serambi Mekkah yaitu Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya di kota Lhokseumawe pada tanggal 04 Oktober 2001.Aku anak pertama dan juga sekaligus anak tunggal.Biasanya orang-orang sering memanggilku dengan sebutan Tara.Sekarang aku berusia 15 tahun dan sekarang juga aku berstatus sebagai seorang pelajar di salah satu sekolah yang berada di kota Pekanbaru ini,tepatnya di Pondok Pesantren Babussalam yang kini sedang duduk di bangku kelas 2 SMA.Rasanya,aku membuat cerita ini agar aku bisa mengungkapkan bahwa betapa pentingnya kita menjalankan amanah yang telah dipercayai oleh masyarakat untuk kita.Maksudnya,kita yang terpilih untuk  menjadi seorang walikota adalah amanah dari masyarakat bahwasanya mereka mempercayai kota ini dipimpin oleh kita.Aku tau menjadi seorang walikota ini bukanlah tugas yang mudah.Kita harus menjalankan,mengatur segala bidang ,menahan amarah ketika ada salah seorang yang membicarai keburukan kita,tapi mau tidak mau kita harus berusaha membangitkan kembali kota ini,kota yang bertuah dan kota yang madani ini agar menjadi kota impian yang diimpikan oleh berbagai kalangan di muka bumi ini dan juga kota yang merupakan contoh bagi para pemimpin lainnya .

      Di dalam hidup pasti kita mempunyai masing-masing prinsip yang berbeda. Nah,untuk itu aku mempunyai sebuah prinsip yang apabila jika prinsip itu terwujudkan aku akan melakukannya dengan sebaik mungkin,aku berjanji atas nama pemudi Indonesia!.Andai aku menjadi walikota di kota yang bertuah sekaligus madani ini,aku mempunyai prinsip yang berbeda dari orang-orang sebelumnya yaitu aku akan membangkitkan kota ini dari keterpurukannya,tidak adanya korupsi,semua anak-anak dapat bersekolah baik yang mampu ataupun tidak mampu.Aku juga akan menegaskan kepada seluruh pemimpin di kota ini baik Bupati ,DPR,DPD,dll bahwa bekerja harus dengan tegas dan wajib melaksanakan kewajibannya.Apabila salah satu dari para pemimpin di kota Pekanbaru ini melakukan kesalahan,maka aku akan mengingatkannya ,aku tidak peduli dengan tinggi atau rendah jabatannya karena tugas sesama manusia adalah saling mengingati. Aku ingin kota ini memiliki jiwa kepolitikan yang hidup dan terjalankan bukan hanya sekedar nama Kepolitikannya saja yang di bangga-banggakan.|
Aku ingin berkata “Pemimpin yang sukses adalah  pemimpin yang bisa memberi kesempatan sukses kepada semua orang dan juga kalau hidup hanya sekedar hidup,babi di hutan juga Hidup dan kalau bekerja sekedar bekerja kera juga bekerja”.

“Tulisan ini di ikut sertakan dalam Lomba Hari Jadi Kota Pekanbaru ke 233 Tahun 2017”

Aghnia Tatamara

Nama Penulis : Aghnia Tatamara

Nama Sekolah : SMA Babussalam Pekanbaru

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.