Kadispusip : Mendongeng Menjadi Salah Satu Strategi Peningkatkan Minat Baca

oleh -910 views

Pekanbaru – Mendongeng menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak. Sistem pembelajarannya yang menyenangkan dengan metode mengubah intonsi suara sesuai karakter, ekspresi wajah hingga penggunaan alat peraga dinilai lebih mengasyikan oleh anak-anak.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Ir. Hj. Nelfiyonna, M.Si mengatakan mendongeng dapat menumbuhkembangkan minat baca kepada anak sejak dini. Upaya ini akan berhasil jika orangtua turut berperan aktif dalam membangun bonding bersama anak melalui dongeng.

“Mendongeng ini tampak seperti kegiatan sepele, tapi ternyata sangat berarti dalam perkembangan anak. Banyak manfaat terutama dalam kreativitas anak. Maka dari itu, mendongeng menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan minat baca,” ujarnya.

Seperti saat mengikuti webinar Peringatan Hari Dongeng se Dunia tahun 2021 yang digelar Forum TBM Indonesia pada Sabtu (20 Maret 2021). Nelfiyonna mengatakan mendongeng sejak dini memberikan keuntungan dalam peningkatan kecerdasan pada anak.

“Anak itu memiliki kecenderungan meniru, sebagai peniru ulung, mereka melihat, mendengar dan menirunya. Otak manusia dari masa ke masa mengalami perkembangan. Ketika lahir, otak mengandung 100-200 miliar neuron, kemudian meningkat 50 persen saat usia menginjak 4 tahun dan mencapai 100 persen saat usia 8-18 tahun. Inilah mengapa perlu mendongeng sejak dini,” jelasnya.

Dispusip Kota Pekanbaru yang berada di Jalan Dr Sutomo Nomor 1 mencoba memenuhi kebutuhan pemustaka melalui ketersediaan aneka jenis buku bacaan sesuai umur. “Kami memiliki kegiatan mendongeng online atau Kemon dari bahan bacaan yang ada di perpustakaan. Ini dimaksudkan agar anak-anak terhibur dan tertarik mencari buku. Orangtua juga bisa mencarikan buku anak atau datang bersama membaca di perpustakaan. Tentunya ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan gemar membaca sejak dini pada anak,” terangnya.

Dalam paparannya, Jazziray Hartoyo selaku Assisten Departemen Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Kemendikbud Republik Indonesia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang bisa dimanfaatkan dan ditumbuhkembangkan guna memperkuat karakter serta memperteguh jati diri anak sejak dini melalui dongeng. Sehingga dongeng menjadi salah satu tradisi dan warisan literasi budaya sepanjang zaman.

Dongeng sebagai upaya meningkatkan minat baca harus dimulai dari lingkungan keluarga. Karena menumbuhkan minat baca haruslah dikemas tanpa paksaan dan menjadi bagian dari pendidikan keluarga. Kemendikbud RI sejak 2016 lalu telah mengiatkan gerakan literasi nasional (GLN) dalam upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang literat. Pertama, dimulai dari gerakan literasi dalam keluarga, dilanjutkan dengan gerakan satuan pendidikan sekolah dan gerakan berliterasi di masyarakat.

“Dari ketiga ini, literasi dalam keluarga sangat berperan penting dalam membentuk karakter anak. Apalagi dimasa pandemi ini, waktu bersama keluarga menjadi lebih banyak,” tambahnya.

Saat ini, pembangunan budaya literasi sangat diperlukan di era 4.0 mengingat rendahnya minat baca di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan riset yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat baca.

Selain itu, Unesco menyebut Indonesia berada di urutan kedua dari bawah soal literas dunia, yang artinya minat baca sangat rendah hanya 0,001 persen saja. “Artinya, hanya satu orang yang rajin membaca dari seribu orang Indonesia. Sehingga data diatas menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengembangkan literasi,” ujarnya.

Hal ini diperkuat dengan hasil kajian gemar membaca yang diadakan oleh Perpusnas tahun 2020 menyatakan bahwa frekuensi membaca orang Indonesia hanya empat kali sepekan dengan durasi membaca satu jam 36 menit perharinya. Dengan jumlah buku yang dibaca hanya dua per triwulan.

“Ini sangat menyedihkan. Melalui keluarga, ayo bacakan anak mendongeng. Kunjungi pula TBM, Pusteling maupun perpustakaan. Namun ingat koleksi buku bacaan juga harus ditingkatkan,” pungkasnya.

Acara digelar dalam rangka memperingati hari dongeng se dunia itu dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Prof Endang Aminudin Aziz, M.A,Ph.D, Direktorat PMPK Dr Cecep Suryana, MM, Ketua Umum PP Forum TBM Opik dan lainnya.

Gambar Gravatar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.

Informasi Lainnya :

Tentang Penulis: DISPUSIP Kota Pekanbaru

Gambar Gravatar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru hadir sebagai salah satu wujud keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. DISPUSIP Kota Pekanbaru mengemban tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik di bidang perpustakaan dan Kearsipan.